Translate

Sabtu, 29 September 2012

Buka Lembaran baru, i hope i can

Setelah lama sudah tidak menulis blog, hehehehe karna saat-saat ini aku rasa aku masih bisa bertahan, maksudku aku masih bisa menahan setiap gejolak tindakan ku bila berada disisinya..
Huft.....
saat aku mengetik ini, jarum jam sudah menunjukkan pukul 12:55, aku ada rencana tugas kelompok di kampus hari ini pukul 10:00 pagi dengan satu orang temanku , tapi dia belum kunjung datang hingga saat ini...
Pagi2 aku datang ke kampus dan berencana ke perpustakaan untuk meminjam buku untuk bahan Proyek Minor ku, O My God tak kusangka-sangka aku bertemu dengan VJ, dia memakai kaos berkerah(sesuatu yg jarang kutemukan saat pelajaran kuliah biasa), aku saat itu ingin menatapnya dengan lebih lama pemandangan jarang tersebut, namun tentu saja aku tidak mungkin melakukannya <--- stupid thing, karena biasanya dia memakai batik, kemeja ...ya sangat dewasa sekali, mungkin karena dia kuliah setelah selesai bekerja.
Aku hanya menyapanya dan langsung membalikkan wajahku, jujur aku gugup sekali saat itu, dia di perpustakaan bersama satu orang teman wanita, wanita itu juga adalah temanku aku pun mengenalnya....
Karena aku tak tahan berlama-lama satu ruangan dengannya(entah aku takut melakukan tindakan bodoh didepannya, seperti tersandung atau apa karena saking gugupnya atau entah aku saat itu iri melihat kedekatan dia dengan wanita tersebut), bukan cemburu, karena aku pun tahu wanita tersebut sudah memiliki seorang kekasih, namun aku iri karna dia bisa begitu ramah dan dapat bercanda dengan teman2ku namun tidak denganku..[so sad :( ]
Aku keluar dari ruangan perpustakaan dan bersandar di bangku yg berada tepat dibalik dinding perpustakaan , dari luar sayup-sayup masih saja terdengar suaranya yang berat.. aku hanya menghela nafas panjangku saat itu..
Tak lama kemudian dia pun berjalan melewatiku bersama dengan teman wanita itu,  saat dia turun tangga, sempat dia menyapaku untuk bertanya apa yang sedang kulakukan saat itu,, aku menjawab ",menunggu teman2ku yang lain"..lalu dia pun berlalu dari hadapanku,
Huft...aku menarik nafas panjang dan tertunduk, saat itu aku berada dilantai 3, aku menyingkap rambut yang menutupi telingaku masih terdengar suara nya yang berat sedang berbicara dengan wanita tersebut disertai dengan candaan dan langkah kakinya, aku hanya tertegun memandang bb ku yg sedang me-restart dan kembali menghela nafas, lama aku tertunduk,galau mungkin, terdiam sendiri.. cuku lama, begitu dalam keinginanku untuk melihat apa yang sedang dia lakukan di bawah sana,seolah kaki ini ingin berdiri dan cepat-cepat berlari kecil untuk melihat dia di bawah sana tapi aku sejenak kembali berpikir betapa bodohnya aku bila aku turun kebawah dan mungkin  "kedapatan" olehnya, aku berusaha mencari dia...
Namun cinta memang bodoh, bodohnya aku, aku kalah dengan logikaku dan tetap rasa penasaranku memenangkannya , besar keinginanku untuk mengetahui sedang apa dia dibawah sana, dengan langkah pelan aku menuruni anak tangga,dan dihadapanku aku sedang melihat dia duduk sendiri di sebuah sofa kampus(oh..pikirku, dia sendiri), aku hanya memberikan ucapan pembuka sembari berjalan menuruni anak tangga kearahnya "apa kaka melihat teman2 ku yg lain, bb ku mati?" , dia hanya menggelengkan kepala dan dengan basa basi dia seolah berusaha merogoh tas nya dan berkata"oh, kaka lupa bawa handphone".. ya..ya...ya.... aku tahu itu hanya basa basi busuk nya saja,... aku pun jalan melewati dia,..seperti berusaha mencari teman-temanku lainnya, mungkin saat itu aku terlihat konyol, aku terlihat seperti setrikaan yang mondar-mandir dihadapannya(sungguh memalukan bila kuingat kembali), jujur saat itu aku berniat untuk menghampirinya dan membuka obrolan, setidaknya aku berusaha untuk bersikap seperti biasa lagi. Namun disaat aku berbalik , shitt!!! ternyata dia sudah menuju parkiran untuk pulang(whatt!!) meninggalkanku sendiri disana,  ya..ya...ya mungkin dia akan muntah atau terserang sesuatu bila terlalu lama bersama dengan ku. Aku lalu berlari kecil ke kamar mandi, didepan kaca besar kampus terlihat wajah memalukan ku / menjijikan untuk dia, aku menatap wajahku dalam-dalam, dan tanpa kusadari mataku mulai memerah dan air mata sudah mulai menggenang ingin cepat-cepat membasahi pipiku.
Aku hanya berpikir seberapa burukkah aku, atau sejelek apakah aku...mengapa dia begitu terhadapku, hey..kita dulu adalah teman dekat, teman menumpahkan isi curahan hati masing-masing...
Aku berjalan gontai ke arah sofa, duduk sendiri berjam-jam, menunggu teman-temanku yang lain datang.. sungguh mnyedihkan, aku begitu bodoh datang pagi-pagi ke kampus dan sialnya aku bertemu dengan dirinya, seakan-akan setiap hal yang dia lakukan kembali menyakitiku....mungkin aku yg terlalu lebay, tapi memang lebih baik aku tidak bertemu dengannya, karna tiap kali aku berhadapan dengannya, aku kembali melakukan tindakan-tindakan konyolku dan akhirnya membuat ku merasa mendapat balasan atas tindakan konyolku dari dirinya , yang akhirnya membuatku kembali merasakan sakit hati...
hahaha ya merasakan cinta yg tertolak, sungguh tidak mengenakan rasanya..
Aku baru kali ini tahu rasanya sakit hati dan tertolak, sungguh mual rasanya, setiap hari dimana hari itu adalah hari dimana aku akan bertemu dengannya perutku serasa mulas, entahlah tidak enak rasanya..sungguh...
Ada satu saat dimana perkataan salah satu temanku begitu menusuk dan teringat terus hingga sekarang,
"Jangan begitu bodoh terlihat lemah dihadapan pria yg telah menolak kita..terlihat lemah maksudnya dengan berusaha berdandan secantik mungkin agar dilirik, dan dipandang.. jika pria itu memang suka,  gak perlu berdandan cantik agar dia melihatmu .. ingat ini : Tidak ada yang salah ketika kita menyukai seseorang, yang salah adalah ketika kita memaksakan perasaan kita kepadanya"

kata-kata itu begitu membuat bekas yg tebal di hatiku, iya mungkin selama ini aku tidak salah menyukai dia, dia juga tidak salah untuk berperilaku "tega" kepadaku , karena dia memang tidak menyukaiku..
aku yang selalu berusaha memaksakan kehendak ku padanya, pada dirinya...(walaupun aku tahu aku tidak bisa bersamanya, namun aku juga tidak ingin merasa tertolak seperti ini)
Merasa diabaikan dan tidak dipedulikan,  Aku sungguh menyukainya..aku ingin lepas dari sema perasaan ini, sungguh aku sudah tidak tahan dengan perasaanku sendiri..
Aku berharap diapun mampu bersikap seperti biasa lagi,layaknya seorang teman(seperti dulu lagi) sehingga aku tidak perlu memikirkan setiap malam-malamku atas setiap tindakan "tega"nya terhadap diriku, yang akhirnya membuat aku selalu mengingat dirinya dan selalu memikirkan tentang perilakunya..
"Mezanine" hate that word .....

Aku telah berjanji kepada satu temanku untuk pada 1 oktober membuka lembaran baru, aku akan melupakannya dan tidak terus terjebak pada dirinya... aku berharap aku bisa...
menghapus rasa(bukan orangnya) dari hidupku... aku senang berteman dengannya, aku tak ingin menghapus hub pertemananku dengan dirinya....aku hanya ingin menghapus rasa ini, rasa yang menyesakkan dada...yang membuat diriku bertingkah keterlaluan dan diluar logika..
Buka lembaran baru, i hope i can...

Mezanine-Mezanine_Mezanine <-- hate that word so much, nanti akan kuberitahu di entri selanjutnya arti kata itu... aku sekarang harus mempersiapkan diri untuk belajar... bye

Tidak ada komentar:

Posting Komentar