Translate
Selasa, 07 Mei 2013
the hardest situation i ever had...
Entahlah, ini mungkin adalah situasi paling berat di hidupku, dan aku berharap gak pernah lagi aku berada di titik ini dihidupku lainnya, maksudnya aku kehilangan teman, keluarga dan Tuhan.
Tentu saja post aku kali ini tidak ada kaitannya dengan vj, aku tidak menyangka ada hal lain yang sekarang lebih mengganggu saya dibandingkan perasaanku kepada vj.
Walaupun bisa dibilang sekarang aku dalam taraf yang cukup dan cukup nyaman dalam hal keuanganku, namun rasanya setiap orang disekitarku tidak sependapat denganku. Maksudnya, entahlah mereka menganggap diriku terlalu keras mencari uang dsb.. hingga akhirnya melupakan Tuhanku, aku pun menjadi bulan-bulan-an untuk dihakimi, baik oleh teman rohani sampai oleh orang tuaku sendiri.
Aku memang sedari kecil selalu ada sedikit ambisi 'pembuktian'. Memang itu ambisi yang kurang baik,karena sering kali aku selalu ingin membuktikan bahwa aku bisa lebih baik dari yang lain. Namun entahlah jujur, ada perasaan cukup 'iri' melihat kedua orang tuaku 'yang ku rasakan' lebih care terhadap saudaraku yang lainnya dibandingkan dengan diriku.
Hari ini sebenarnya sedang bertengkar hebat dengan orang tuaku, especially my mom, aku sebenarnya pun tahu, sikapku padanya seperti tidak menghormatinya, namun jujur saja ego 'mempertahankan' itu sangat tinggi pada diriku.
Karena aku merasa tak ada yang salah sebenarnya dengan diriku, namun mom juga mungkin memiliki ego sebagai orang tua yang seharusnya dipatuhi dan dihargai. Dan dia tidak merasakan hal itu dari sikapku kepadanya.
Terasa sulit sekali untuk dapat 'mengalah' kepada my mom. Aku merasa aku anak yg durhaka, aku tidak suka diceramahi dan menerima masukan. Aku orang yg keras, dan sudah berjuang untuk melunakan hati ini tetap saja terasa sulit.
Jujur aku tidak bisa di 'keras'-kan... maksudku saat saya merasa diri benar dan tidak mau kalah, jangan lah diperparah dengan kata2 keras dan nada-nada sindirian terhadapku. Saat itu dilakukan, saya menjadi semakin tak terkendali.
My Pap tahu betul sifat ini, saya tidak pernah ribut besar dengan dia apalagi hanya karena masalah sepele, Karena setiap saya merasa kesal dan lagi kurang terkontrol, ayah saya hanya bicara dengan tenang dan sabar.Dan memberikan waktu kepada saya untuk memikirkan bahwa tindakan yang saya lakukan itu salah, sehingga dengan sendirinya saya bisa mengerti
Saya sebenarnya tahu betul sikap/sifat my mom, tapi entahlah aku tetap 'keras'. Aku sellalu merasa tidak terima bila ada hal-hal yang tidak kusuka dari ucapannya.
Aku tidak tahu, aku cukup gensi untuk meminta maaf padanya,
Tapi jujur aku sangat menyayanginya
Saat ini benar-benar aku merasa, aku tidak memiliki siapa-siapa lagi, tidak orang tua ,tidak sahabat, tidak kekasih dan tidak juga Tuhan.
Aku merasa kehilangan semuanya, setiap pagi aku hanya berhubungan dengan laptop ku dan para customer2 ku,
Aku menyukai hal ini, tapi di satu sisi aku pun menginginkan keluargaku, sahabat dan Tuhanku..
Kemanakah mereka???? atau sebenarnya mereka yang bertanya "Kemanakan aku????"
FB ku sekarang dipenuhi oleh nama-nama orang yang tidak pernah kukenal, tidak pernah kutemui
Contact BB ku pun seperti itu..
Aku senang melakukan pekerjaan ku sekarang, dan aku bersyukur Tuhan sudah memberikan keahlian dan kemudahan kepada ku.... Tapi di satu sisi, aku tahu aku mendapat 'berkat'-Nya, tapi apakah aku mendapatkan-Nya????
aku bahagia dengan berkat-Nya, tapi aku yang sebenarnya kuinginkan adalah Dia, keluargaku, sahabtku, pasanganku.. Mom maafkan aku, aku tahu aku kurang ajar, aku selalu merasa benar dan tidak mau kalah,
Aku menyayangimu ..Maafkan sikapku,
God, im sorry for the thing i've made .... God, i love U
Malam ini aku sendiri, entah mau cerita pada siapa..
Ampuni aku, maafkan aku God, jangan buang aku dari hadapanMu..
Jumat, 03 Mei 2013
Maybe, that day will be the last day.....
Ya, aku cukup cepat mengerjakan Ujian ku hari itu, entahlah karena sesuatu hal aku sangat merasa lapar. Ya setelah selesai Ujian, aku langsung berlari menuju kantin untuk membeli cemilan 'pengganjal' perutku yang sedari ujian sudah berbunyi tak karuan. Waktu masih lama untuk menuju jam Ujian kedua.... Sambil mencoba menghapal beberapa part ujian nanti, aku terduduk didepan kelas .. samar2 ya.. oke... aku mengaku... aku meihat VJ di dalam sana, ya aku mengaku, aku mengaku dosaku......
memang beberapa minggu yang lalu aku sudah memutuskan untuk melupakan dan berhenti menulis tentang dirinya. Karena semua orang membicarakan kebodohan dan ketololan ku...
Tapi entah kenapa, sambil menonton X-Factor kali ini, sedang mendengarkan Fatin membawakan lagu "tak ada yang abadi' Noah.. tetap saja, jari2 ku nakal.....ya kalian tahu, jari-jariku tetap saja terus berusaha membuka tab mozila dan mengetikkan namanya, hampir saja kutekan enter.Ya , tetap saja ..tetap saja. walaupun terus berjuang untuk melupakannya terkadang aku teringat kembali.
Sebenarnya banyak sekali hal yang terjadi, cuma karena aku telah berjuang, telah berusaha untuk tidak mengingat-ngingat dan setiap malam kuhabiskan waktu untuk membuka laptop dan menulis blog tentang dirinya.....
Ya... aku hanya ingin apa ya, benar-benar menyadari.Menyadari bahwa post yang sebelum ini , itu adalah post dimana aku beruang untuk melupakan perasaanku padanya, dan post yang sekarang ini adalah post dimana aku berjuang untuk benar-benar menghapusnya.
Kalian tahu, hari terakhir ujian hari itu, aku baru tersadar, mungkin itu adalah hari terakhir dimana kita bertemu. Saat aku menyadari akan kenyataan itu, sedikit terasa perih dan rasa sesak itu kembali timbul di dalam dadaku. Entah kenapa aku merasakan hal itu, bukankah seharusnya perpisahan ini adalah hal yang bagus? aku menjadi semakin mudah melupakannya dan semakin bisa move on dan melanutkan kembali hidupku tanpa terganjal sosoknya???
Memang benar ada hal2 baiknya, tapi tetap saja semua pengalaman ini, pengalaman VJ, benar2 sudah membuat luka yang cukup dalam, entah luka untuk apa. Karena bila dipikir secara logika, dia sebenarnya tidak menyakitiku tapi aku lah yang merasa tersakiti atas setiap sikapnya padaku. Akulah yang 'merasa' tersakiti, kata 'merasa' itu berarti bukan suatu kejadian yang nyata karena hanya aku yang 'merasakan' seperti itu.
Tak ada niat apapun menulis post ini, aku hanya berusaha menyadari bahwa dia mungkin telah pergi selamanya, dan itu adalah pertemuan terakhir ku dengannya :)
Langganan:
Postingan (Atom)