Translate
Jumat, 03 Mei 2013
Maybe, that day will be the last day.....
Ya, aku cukup cepat mengerjakan Ujian ku hari itu, entahlah karena sesuatu hal aku sangat merasa lapar. Ya setelah selesai Ujian, aku langsung berlari menuju kantin untuk membeli cemilan 'pengganjal' perutku yang sedari ujian sudah berbunyi tak karuan. Waktu masih lama untuk menuju jam Ujian kedua.... Sambil mencoba menghapal beberapa part ujian nanti, aku terduduk didepan kelas .. samar2 ya.. oke... aku mengaku... aku meihat VJ di dalam sana, ya aku mengaku, aku mengaku dosaku......
memang beberapa minggu yang lalu aku sudah memutuskan untuk melupakan dan berhenti menulis tentang dirinya. Karena semua orang membicarakan kebodohan dan ketololan ku...
Tapi entah kenapa, sambil menonton X-Factor kali ini, sedang mendengarkan Fatin membawakan lagu "tak ada yang abadi' Noah.. tetap saja, jari2 ku nakal.....ya kalian tahu, jari-jariku tetap saja terus berusaha membuka tab mozila dan mengetikkan namanya, hampir saja kutekan enter.Ya , tetap saja ..tetap saja. walaupun terus berjuang untuk melupakannya terkadang aku teringat kembali.
Sebenarnya banyak sekali hal yang terjadi, cuma karena aku telah berjuang, telah berusaha untuk tidak mengingat-ngingat dan setiap malam kuhabiskan waktu untuk membuka laptop dan menulis blog tentang dirinya.....
Ya... aku hanya ingin apa ya, benar-benar menyadari.Menyadari bahwa post yang sebelum ini , itu adalah post dimana aku beruang untuk melupakan perasaanku padanya, dan post yang sekarang ini adalah post dimana aku berjuang untuk benar-benar menghapusnya.
Kalian tahu, hari terakhir ujian hari itu, aku baru tersadar, mungkin itu adalah hari terakhir dimana kita bertemu. Saat aku menyadari akan kenyataan itu, sedikit terasa perih dan rasa sesak itu kembali timbul di dalam dadaku. Entah kenapa aku merasakan hal itu, bukankah seharusnya perpisahan ini adalah hal yang bagus? aku menjadi semakin mudah melupakannya dan semakin bisa move on dan melanutkan kembali hidupku tanpa terganjal sosoknya???
Memang benar ada hal2 baiknya, tapi tetap saja semua pengalaman ini, pengalaman VJ, benar2 sudah membuat luka yang cukup dalam, entah luka untuk apa. Karena bila dipikir secara logika, dia sebenarnya tidak menyakitiku tapi aku lah yang merasa tersakiti atas setiap sikapnya padaku. Akulah yang 'merasa' tersakiti, kata 'merasa' itu berarti bukan suatu kejadian yang nyata karena hanya aku yang 'merasakan' seperti itu.
Tak ada niat apapun menulis post ini, aku hanya berusaha menyadari bahwa dia mungkin telah pergi selamanya, dan itu adalah pertemuan terakhir ku dengannya :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar