Translate
Kamis, 07 Februari 2013
tentang RP
Hmmm just intermezo, ini tidak ada kaitannya dengan VJ.. aku saat ini lagi didalam kamar dan menonton serial TV "Tukang Bubur naik Haji" cukup lucu juga melihat Bpk Hj Muhidin yang kerjanya ngomel2 aja..
Hmm.. hari ini sebenarnya hampir saja aku pulang dengan salah seorang temanku, ehmm kita sebut saja inisial dia RP, dia tampan, baik, pintar, masih muda, dan kalian tahu sebenarnya tipe seperti dia adalah cowok idamanku banget... Ya, beberapa temanku dan temannya berusaha menjodohkan kita. Tapi bagiku dia terlalu tampan untukku, maksudku aku adalah wanita yang cukup pencemburu. Bisa kubayangkan jika RP menjadi kekasihku, aku tidak akan membiarkan pria tampan seperti dia lalu lalang di jalanan dan dikelilingi wanita-wanita lain..
Hmm aku gambarkan sedikit tentangnya, dia pintar /smart (aku sangat menyukai pria pintar), cakepp ( kalian tahu, dia memiliki senyuman manis, kadang aku malu sendiri jika melihat dia tersenyum), tingginya cukuplah untukku yang tidak terlalu tinggi juga, kulitnya coklat manis (aku tidak suka cowo berkulit putih, actually) karena aku sendiri bukan tipe wanita yang merawat kulitnya dengan baik, dan akupun tidak putih,jadi tentu saja aku tidak suka disaingi. Karena semenjak kecil aku bukan tipe anak rumahan. Ayahku saja hobby mancing dan renang, tentu saja semenjak kecil aku sudah berkenalan dengan teriknya matahari.
Oke kembali ke perbincangan awal, semenjak semester awal aku memang senang melihat dia. Senang dalam artian, 'Hellowww, siapa disini yang tidak senang melihat ciptaan Tuhan yang tampan dan cantik???' . Dan aku pun sadar diri, aku tidak pernah berani berharap untuk menyukainya, ya bagiku RP terlalu tampan untukku.
Namun semenjak aku sering bercanda dengannya, aku kadang suka menggoda dia (hanya bercanda tentunya) aku jadi tahu RP adalah sosok yang menyenangkan. RP baik, care, dan mungkin walaupun dia dianugrahi Tuhan wajah yang tampan dan manis, aku yakin dia adalah pria yang setia.
Aku semakin kagum dengannya, tapi aku luruskan lebih dahulu, tentu saja rasa kagum ku kepada RP dengan kepada VJ sangat berbeda. Entahlah , aku senang bila bertemu dengan keduanya, tapi jika bertemu VJ ada perasaan lain di hatiku . Seperti sedikit sengatan, yang membuatku menjadi 'kacau'.
Dan satu hal yang kusuka dari RP, dia tidak merasa aku 'tidak pantas' untuknya, maksudku dia tidak merasa risih atau terganggu aku bercanda dengannya. Aku dan RP sering bercerita di bbm dan saling bercanda mengucapkan ucapan selamat malam , seperti seorang kekasih. Dan dia pun menasehatiku banyak hal, cukup bijak walaupun dia lebih muda 2 bulan dari ku.. Jika kalian melihat dia, aku yakin kalian pun akan sependapat denganku.
Bahkan terkadang mungkin kelewatan, dan terlihat seperti aku mengejar-ngejar dia. Tapi dia tidak merasa seperti itu, dia baik sungguh baik, berbeda sekali dengan VJ yang langsung memasang 'tembok besar' ketika aku kagum dengannya. .
Hari ini ya kembali aku mungkin melakukan tindakan bodoh, aku tahu VJ di kantin, dan mungkin aku terlihat mondar-mandir disana. RP ada di sana juga, bersamaku dan VJ. Teman-teman yang lain sudah mulai menggoda kami, dengan menyuruh RP mengantarku pulang, ya RP dengan tenang menawarkan apakah aku mau pulang dengannya. Sebenarnya aku bingung saat itu, dan yang sungguh menyebalkan VJ pun seperti menggoda aku dengan RP. Oh aku malu sekali sat itu, wajahku mungkin merah karena malu. Actually, aku malu karena disana ada VJ.
RP berbicara di depan VJ.
Dan VJ ikut menggoda kami
So.....Annoying, if i remember again
Oh kalian tahu , betapa bodohnya aku, aku menolaknya!! Ya benar!aku menolak tawaran RP.
Dan kalian ingin tahu apa alasannya??
The stupid reason is I care about his (VJ)feeling.....
kenapa saat itu aku memikirkan perasaan VJ??? Padahal mungkin dia sendiri tidak peduli aku mau pulang dengan RP, atau dengan siapa juga......
Saat ini, benar-benar , aku merasa bodoh.. Kenapa tadi tidak ku terima saja tawaran Rp untuk mengantarku pulang?? Apa sebegitu pedulinya aku, tentang tanggapan VJ akan diriku??toh dia pun tidak peduli. Oh My God.........Ya , saat ini aku merasa tolol sekali.
Aku yakin, jika saat itu VJ tidak ada disana, aku pasti langsung menerima ajakan RP.. aku pun malas sebenarnya untuk pulang dengan angkutan umum, dan harus berjalan cukup jauh dan gelap juga untuk arah pulang. Sekarang , aku baru menyadari jika aku menolak RP tadi , tak ada hal bagusnya :
1. Aku jadi pulang sendiri, dengan angkutan umum dan berjalan dalam gelap
Dan ini satu hal yang kusadari sekarang: "Mengapa aku saat itu harus peduli dengan perasaan VJ??" astaga Jesus... toh jika aku tidak pulang dengan RP, dia tidak akan menggantikan RP untuk mengantarku ....... haiyaaaaaaaaaaaaa..
God, i must stopped this..
Ya, kadang aku berpikir mengapa aku tidak menyukai RP?? tapi aku menyukai VJ? pria yang usia nya jauh diatasku?dan jelas-jelas aku ditolaknya.. Logika ku yaitu (aku) tidak ingin menyukai VJ, tapi kenapa hatiku berkata lain??
atau mengapa aku tidak menyukai ER?? (kekasihku dulu-->> baca kembali pos introduction) , yang sungguh care dan peduli denganku, hingga saat ini.. Mengapa aku membuang-buang waktuku, pikiranku dan tulisan ini, tenaga ini. Untuk capek-capek memikirkan dia, dia yang tak pernah memikirkanku?? Sekarang sudah pukul 12.50 dini hari, betapa sia-sianya smua ini.
aku akan tidur sekarang, aku pun tak tahu gunanya semua tulisan ini selain meluapkan kekesalan di hatiku. Tentu saja jika ini adalah sebuah novel, akan menjadi novel yang tidak menarik. Karena begitu bodohnya peran utama dalam novel ini, yang terus menerus tidak bisa move on walau sudah mencoba berbagai cara untuk move on. Dan pasti akan menjadi the worst novel of the year
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar